Ekonomi Riil Hutan Papua

Siapa pun yang berkesempatan berkomunikasi langsung dengan orang asli Papua pastilah peroleh kesan baik, lembut dan santun.

Namun, berdiskusi dengan mereka tentang kehidupan dan masa depan, kadang kita menemukan kesedihan yang tak berujung, harapan yang tak jua terwujud.

Kebaikan dan rasa hormat yang membuat mereka bertahan dan sabar. Namun masyarakat Papua butuh jalan keluar, dari jeratan kemiskinan dan temukan jalan untuk menapak masa depan yang lebih baik.

Masyarakat Papua, orang asli Papua terutama yang lekat hidup dalam norma masyarakat hukum adat, tinggal di dalam dan sekitar hutan, butuh pengembangan ekonomi yang nyata langsung berhubungan dengan keseharian mereka, dengan apa yang mereka jaga: hutan dan sumber daya alam lainnya. Ekonomi sumber daya alam yang memenuhi kebutuhan keseharian dan sekaligus menghasilkan tabungan, serta memberi kesejahteraan. Norma kehidupan sebagai masyarakat hukum adat akan menjaga kerja ekonomi sumber daya hutan itu tetap terjaga dan lestari. Mereka butuh dukungan ekonomi riil.

Inisiatif Community Logging yang dirintis masyarakat dan pemerintah Papua Barat hingga kini tak dapat restu Pemerintah Pusat. Inisiatif itu termasuk dalam kerangka ekonomi riil, ekonomi sumber daya hutan yang bisa mereka kerjakan dan hasilkan kesejahteraan. Tetapi sekali lagi tak ada dukungan. Setelah hampir satu dasa warsa nasib inisiatif itu: jelaslah masalahnya adalah soal kepercayaan. Berpihak, mendukung, menguatkan daya masyarakat atau orang asli Papua tanpa ada rasa percaya pada masyarakat tentu tak akan jalan.

Kabinet baru di jaman mana pun pasti tergila-gila dengan kata percepatan. Tapi apakah kata ini berlaku untuk inisiatif Community Logging di Papua Barat dan/atau Papua ? Apakah berlaku untuk hutan adat Papua ?

Tidak ada kesempatan untuk sejehtera bagi sebagian besar masyarakat Papua tanpa strategi ekonomi berbasis hutan dan sumber daya alam lainnya. Hubungan pemerintah Otonomi Khusus dengan Pusat soal hutan dan sumber daya alam segeralah diperjelas. Pada satu (1) tahun awal dari Kabinet Indonesia Maju inilah kita akan tahu apa sebenarnya dan apa sesungguhnya komitmen Pusat terhadap Papua Barat dan Papua. Pembangunan infrastruktur memang penting, dan itu sudah jadi hak warga. Tetapi ekonomi riil masyarakat Papua adalah hal mendesak. Masyarakat hukum adat Papua dengan hutannya adalah masa depan yang sangat jelas bagi ekonomi kesejahteraan Papua dan Papua Barat.

Berikan Pendapat Anda