Minim Fasilitas Teknologi Bukan Penghalang Digitalisasi Pengembangan Desa Wisata

Pada hari Jumat, 26 Oktober 2018 yang lalu, Desalogi Cybermedia diundang oleh Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia untuk berbagi ilmu kepada para penggiat pembangunan Desa dan tentunya para Kepala Desa dalam forum Lokakarya Pengembangan Model Desa Wisata Berbasis Adat dan Budaya yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto.

Desalogi Cybermedia membawakan materi yang berjudul “Digitalisasi Pengembangan Desa Wisata” dimana dalam materinya lebih ditekankan kepada strategi atas transformasi digital serta marketing digital pada tingkat Desa.

Digitalisasi saat ini menjadi salah satu unsur penting dalam dunia usaha apapun, mengingat kita tidak mampu membendung pesatnya kemajuan arus teknologi, dan sebagai bagian dari dunia usaha, Desa dengan segala keterbatasannya tetap akan secara otomatis masuk di dalam pusaran persaingan usaha atau bisnis apapun, termasuk bidang kepariwisataan dalam dunia digital secara global. Dan tentunya “keterbatasan” bukanlah suatu alasan untuk membela diri karena kalah dalam persaingan.

Menurut Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3, Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

Terdapat beberapa contoh Desa adat yang tidak mumpuni atas aksesibilitas fasilitas teknologi di Desanya namun mampu menembus persaingan global dan saat ini telah mendunia dalam sektor kepariwisataan. Misalnya,

  • Desa adat Baduy, Banten Jawa Barat
  • Suku Kajang Ammatoa, Bulukumba, Sulawesi Selatan
  • Kampung Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur
  • Desa Dayak Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur
  • Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Desa Trunyan, Bali
  • Desa Adat Sijunjung, Sijunjung, Sumatera Barat
  • Desa Adat Praijing, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur
  • Desa Kete Kesu, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Desalogi Cybermedia menyampaikan data-data tentang perkembangan digitalisasi dari Desa-Desa di Indonesia yang telah masuk ke dalam dunia kepariwisataan dan juga data-data digital dari berbagai interaksi di sosial media tentang Desa wisata berbasis adat dan budaya. Turut disampaikan inti-inti strategi untuk digital transformasi serta marketing digital dalam digitalisasi pengembangan Desa wisata, bahwa terdapat 3 poin mendasar untuk masuk dan bersaing secara sehat dalam persaingan global, yaitu differentiation, branding dan positioning. Dan disampaikan pula, bahwa secara teknis, tidaklah sebaku apa yang tertulis dalam teori, namun pada praktiknya semua itu dituntut kreatifitas serta inovasi dari para penggiat Desa itu sendiri.

Memang tidak secara mendetil dapat disampaikan karena keterbatasan waktu, namun semoga apa yang telah kami sampaikan di forum tersebut dapat memberikan manfaat, ide dan menginisiasi Desa dalam mengembangkan kepariwisataan yang berbasis adat dan budaya.

Kami menerima undangan untuk berbagi pengetahuan tentang Desa dan untuk info lengkapnya silahkan menghubungi kami ke email info@desalogi.id.

Berikan Pendapat Anda