Pelajaran dari Nelayan Online

Kemajuan teknologi informasi digital sudah seharusnya memberi manfaat bagi Desa. Dan memang begitu faktanya. Desa maju dengan kemampuan digitalnya. Tentu banyak orang muda yang terlibat. Tidak hanya soal mempromosikan potensi desanya melalui laman web, dengan domain khas milik desa. Tetapi juga penggunaan aplikasi android, yang memungkinkan pelayanan publik lebih efektif.

Aplikasi android atas nama kepentingan Desa sudah banyak. Mulai dari urusan administrasi, peta potensi desa, wisata desa hingga perdagangan. Dunia aplikasi, khususnya yang menggunakan smartphone adalah hal baru yang membawa kejutan pada warga desa.

Baru-baru ini, BBC menyampaikan berita tentang “nelayan online”. Dengan dukungan aplikasi android Aruna, penghasilan ribuan nelayan naik tiga kali lipat. Seperti ditulis di BBC News Indonesia, semua komoditas laut yang dijual lewat aplikasi ini dipasarkan melalui online atau perdagangan daring, untuk pasar internasional ataupun pasar dalam negeri.Salah seorang pendiri sekaligus Direktur Umum Aruna, Utari Octavianty menyatakan, sengaja memilih pemasaran melalui internet untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. “Ini bermula dari perdagangan daring yang kami buat. Memancing orang yang bukan hanya di Indonesia, tapi juga dari luar Indonesia. Mereka yang mencari kata ‘fish’ atau ‘beli ikan’, akan langsung terhubung ke gerai daring kami, dari situ mereka sadar penjualan ikan di Indonesia sudah online,” terang Utari.

Aruna mengatakan telah memasarkan komoditas laut Indonesia – termasuk kepiting dan rajungan yang ditangkap Darhan di Berau – hingga ke Amerika Serikat, Singapura dan Cina. Salah satu konsumen dari Amerika Serikat adalah distributor untuk supermarket Walmart. Sementara konsumen kepiting bakau di Cina, mayoritas berasal dari pemilik restoran. BBC.com memberitakan, pendapatan dari seluruh transaksi melalui aplikasi ini rata-rata bisa mencapai Rp690 miliar setiap bulannya. Mayoritas berasal dari transaksi ekspor, yakni 95%.

Sungguh luar biasa. Orang desa bisa maju bersama kekayaan sumberdaya alamnya. Kemajuan teknologi informasi digital memungkinkan apa yang jauh diimpikan bisa digapai. Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman “nelayan online” ?

Pertama, sumber penghidupan adalah inti. Mengamankan, mengembangkan produksi, memasarkan hasil produksi berbasis sumberdaya alam adalah ditujukan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Sumber penghidupan adalah jalan yang mereka ikuti dan bela secara tradisi untuk seluruh impian keluarganya. Jadi, aplikasi android akan berlipat ganda makna jika mampu memberi dukungan pada pengamanan sumber penghidupan. Masyarakat ikut menentukan masa depan nasibnya dengan informas digital yang mereka peroleh. Ikut serta mengambil keputusan dalampenentuan nilai produksi. Dan sekaligus masuk ke area kemajuan teknologi berdasar pengalaman hidup sehari-hari. Sumber penghidupan adalah inti, maka peran aplikasi android adalah mencegah masyarakat putus asa menghadapi pasar. Cara yang mendekati adil apabila kendali dan proses juga ada di pihak masyarakat penghasil produksi berbasis sumberdaya alam.

Kedua, dukungan dan dampingan para ahli yang berkomitmen atau berpihak pada masyarakat. Kerja aplikasi android, termasuk pengelolaan dan perdagangan berbasis produksi sumberdaya alam, tentu adalah soal bisnis. Tetapi bisnis yang berorientasi untuk membuka informasi literasi sumberdaya alam dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang kurang diuntungkan ternyata tidak merugikan aspek bisnis para ahli teknologi informsi digital. Banyak yang bisa diajukan sebagai bukti, termasuk aplikasi android Aruna ini. Pendampingan adalah konsekuensi logis dari kebutuhan adanya kapasitas masyarakat untuk terlibat penuh dalam kerja teknologi informasi digital.

Ketiga, kolaborasi untuk tujuan yang lebih besar. Adanya dukungan pemerintah, keterlibatan para ahli teknologi informasi digital yang sebagian besar kaum muda, dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam memungkinkan adanya tindakan untuk tujuan lebih besar. Tindakan berdasar kolaborasi itu seperti merawat impian kesejahteraan berbasis kekayaan sumberdaya alam melalui pelaksanaan prinsip konsumsi dan produksi secara berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan adalah aspek penting, bukan hanya untuk merawat hasil kesejahteraan tetapi juga mengamankan tujuan kemanusiaan. Aplikasi android sejenis Aruna haruslah dihadapkan pada tanggung jawab ini. Pemerintah juga harus menyadari tujuan ini. Dan dengan begitu, aplikasi android bisa bekerja dalam makna yang penuh arti bagi kehidupan saat ini dan masa mendatang.

Literasi sumberdaya alam bisa menemukan jalan bersama kemajuan informasi digital melalui aplikasi android. Dukungan terhadap upaya ini memang membutuhkan banyak kader literasi di desa. Tetapi, ketersediaan para ahli tekonologi informasi yang berkomitmen, juga sangat diperlukan. Dan sebaliknya, jika ditemukan ahli tekonologi informasi digital yang bergaya kerja atas nama desa tapi berorientasi pada kepentingan bisnis mereka sendiri, sebaiknya kesampingkan saja. Optimis, masih banyak orang baik dan berkomitmen pada keadilan di sekitar kita.

Berikan Pendapat Anda