Pembangunan Kawasan Perdesaan Menghadirkan Ekonomi Riil

Pembangunan Kawasan Perdesaan dipromosikan sebagai masa depan pembangunan Desa. Pertimbangannya ada dua hal: Pertama, pembangunan Desa sudah alami kemajuan selama 5 tahun kabinet pemerintahan lalu atau seumur berlakunya UU Desa / No. 6 Tahun 2014; Kedua, potensi peningkatan skala ekonomi, kawasan perdesaan lebih terbuka untuk hal tersebut.

Pertimbangan yang disebut pertama, ternyata banyak yang meragukan. Mengawali kabinet baru, Kabinet Indonesia Maju, ternyata banyak pihak mempersoalkan pelaksanaan Dana Deaa, hasilnya seragam dalam koridor prioritas yang diarahkan Pusat. Dan bahkan sampai ke persoalan dugaan adanya desa fiktif. Sedangkan pertimbangan yang disebut kedua, itu sudah gagasan lama, sudah ada bentuk meski kurang jelas keberlanjutannya. Bentuk yang dimaksud seperti di kawasan transmigrasi yang maju dan mandiri, tapi dukungan kebijakan masih lemah.

Jadi apa yang diperlukan sekarang?

Status kemajuan desa haruslah diperjelas. KemenDesa PDTT sudah memiliki banyak instrumen (metode) dan alat bantu. Salah satunya adalah Indeks Desa Membangun. IDM ini didasarkan pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Dimensi-dimensi yang ada di dalamnya dikembangkan dalam perangkat indikator yang sensitif pada kondisi desa eksisting (kontekstual) dan sekaligus memfasilitasi upaya memajukannya, dalam bentuk Ketahanan Sosial, Ketahanan Ekonomi, dan Ketahanan Ekologi. Fasilitasi metode untuk menghimpun data dalam alat ukur IDM bisa beradaptasi dengan dua hal sekaligus: pemberdayaan masyarakat berbasis SLA dan digitalisasi data sesuai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

Namun kreasi kebijakan seperti dimaksud di atas kurang berkembang. KemenDesaPDTT dalam Kabinet lalu tidak berminat mengembangkan karya lembaganya sendiri.

Kebutuhan selanjutnya jelas kejelasan rumusan kebijakan dan kemampuan untuk melaksanakannya. Ia menuntut banyak koordinasi kebijakan dan program. Banyak program di Kementerian / Lembaga sektor yang butuh kaki kuat pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Seperti Perhutanan Sosial, pengembangan destinasi wisata, konservasi Taman Pesisir, keterhubungan pembangunan Pulau-Pulau Kecil dan lain sebaginya.

Pembangunan Kawasan Perdesaan memang layak diajukan untuk menghadirkan ekonomi riil yang mampu sejahterakan rakyat. Kreasi kebijakan dan kapasitas amat diperlukan di sini. Dan tentu, maju bersama dan berdasar potensi desa, pengetahuan lokal, partisipasi masyarakat dan kemajuan teknologi adalah input utama yang harus bisa diorganisir dengan baik.

———–

Ayo majukan wisata desamu bersama Desalogi Cyber Media. Segera kabarkan indahnya desamu melalui Direktori Wisata Desa Indonesia. Kami mendukung upaya kolektif memajukan desamu.

Berikan Pendapat Anda