Tulisan Khusus : Kader Desa (1 Tahun Desalogi)

Desa selalu memiliki orang-orang yang kuat komitmen dan mencintainya. Di tengah arus masalah yang begitu besar pun, atau ada guncangan hebat ketidak percayaan pada pengurusan Desa, selalu saja ada tegas berkata, “… ini desa kita, kita harus selesaikan masalahnya. Demi Desa kita!.”

Desa adalah soal kehidupan. Desa bukanlah soal hidup mati satu dua orang saja, meski ia atau mereka adalah ditokohkan. Desa adalah entitas kolektifa, yang menuntut setiap keputusan dan tindakan bisa diketahui dan dilakukan bersama. Kolektifa bukanlah berarti rombongan orang-orang yang hanya ikut-ikutan, atau yang yang bertindak tanpa kesadaran atas dirinya.

Kolektifa warga itu ada dan bertindak didasarkan pada nilai-nilai, kebiasaan yang memiliki etika dan tradisi, mempertimbangkan suara-suara yang memang harus didengar, dan melibatkan semua. Bahasa yang biasa dipakai, kebersamaan, kekeluargaan, budaya, yang semuanya telah diadopsi dalam kerangka pengaturan UU Desa. Dalam bahasa program, berkembang menjadi modal sosial, pengetahuan lokal, kepemimpinan lokal dan banyak lagi lainnya. Ikatan kultur bukan sekedar kulit. Ia adalah ruh dalam kehidupan Desa.

Maka Desa bisa terbuka pada siapa saja yang memiliki kehendak untuk majukan wilayahnya. Terlebih ia dilekati label pemerintah yang ada ditingkat atasnya, seperti hadirnya Pendamping Desa. Yang jadi persoalan ketika ‘outsider’ itu menabrak hak dan kepentingan setempat yang berbasis adat budaya dan pengetahuan lokal itu. Atau justru memandang yang bersifat lokal itu sebagai masalah, atau sepenuhnya tradisional — satu hal yang tidak layak dalam gagasan dan tindakan modern.

Menjadi penting di sini untuk menguatkan orang yang mau dan mampu tumbuh dalam dinamika lapangan kehidupan Desa. Siapa pun mereka bisa disebut Kader Desa. Orang yang memiliki identitas jelas karena komitmen dan kemampuannya menjadi sahabat Desa untuk maju. Yang memiliki keyakinan bahwa warga Desa adalah gurunya, dan kehidupan Desa itu adalah wahana pendidikannya. Ia tumbuh bersama etika pembangunan Desa.

Itulah komitmen Desalogi, yang pada hari ini masuk ke usia 1 tahun. Desalogi datang sebagai sahabat Desa, menemani para Kader Desa menegaskan jejaknya dalam gerakan sosial, mendukung Desa untuk maju dan hebat untuk Indonesia baru.

Dirgahayu Ke-1 Desalogi, Membangun Desa Mandiri! 

Dirgahayu Ke-74 Indonesia, Menuju Indonesia Unggul!!

Berikan Pendapat Anda